Ingin berkarier di bidang keberlanjutan dan energi bersih? Telusuri dulu Universitas Pertamina dan lihat bagaimana kampus ini menyiapkan mahasiswanya menghadapi isu iklim.
Ketika perusahaan energi bicara soal masa depan, angka-angka konkret biasanya menjadi bukti keseriusan. Salah satunya datang dari Pertamina, yang melaporkan penurunan emisi sebesar 2,27 juta ton CO₂ ekuivalen sepanjang 2025. Pendorongnya adalah efisiensi energi, pengembangan energi hijau, pengurangan loss, serta bahan bakar rendah karbon. Data inilah yang menjadi pintu masuk diskusi di kelas Magister Sustainability Universitas Pertamina (UPER).
Kelas yang Mempertemukan Teori dan Praktik Korporasi
Dalam Mata Kuliah Transisi Keberlanjutan Global, mahasiswa menerima kuliah tamu dari Wenny Ipmawan, SVP Business Sustainability PT Pertamina (Persero). Sesi bertajuk “Energizing Today, Sustaining Tomorrow: Pertamina’s Transformation towards Sustainable Future” ini mengajak peserta melihat bagaimana sebuah perusahaan energi merespons tuntutan transisi dari dalam.
Tiga Pelajaran Utama dari Sesi Tersebut
1. Nilai bisnis kini diukur lebih luas
Menurut Wenny, perubahan iklim, kebijakan global, teknologi, tekanan konsumen, dan risiko reputasi membuat perusahaan harus berpikir ulang tentang penciptaan nilai. Kepentingan pemegang saham tetap penting, tetapi nilai jangka panjang bagi berbagai pemangku kepentingan kini ikut menjadi pertimbangan.
2. Transisi energi adalah soal keseimbangan
Ia menegaskan bahwa kebijakan, teknologi, pembiayaan, dan penerimaan masyarakat saling berkaitan. Indonesia perlu menyeimbangkan ketahanan energi, keterjangkauan, dan keberlanjutan. Dengan begitu, kebutuhan energi nasional tetap terpenuhi, pertumbuhan ekonomi terjaga, dan peralihan ke energi rendah karbon tetap berjalan.
3. Masa depan punya banyak jalur
Wenny mengingatkan bahwa tidak ada satu jalur tunggal menuju masa depan. Perencanaan skenario, strategi adaptif, dan investasi pada kapabilitas masa depan membantu para pemimpin menghadapi ketidakpastian dan mengubah ambisi menjadi tindakan nyata.
Strategi di Balik Ambisi Net Zero
Pertamina menjalankan Dual Growth Strategy. Bisnis yang sudah ada diperkuat, sementara bisnis rendah karbon dikembangkan, mulai dari biofuel, energi hijau, panas bumi, CCS/CCUS, baterai dan kendaraan listrik, hingga hidrogen. Targetnya adalah Net Zero Emission pada 2060 atau lebih cepat.
Rencana itu dituangkan dalam sepuluh Sustainability Focus Areas dan 36 inisiatif ESG pada 2026. Rinciannya terdiri dari enam program dekarbonisasi, 19 program ESG, dan 11 proyek bisnis rendah karbon.
Mengapa Ini Berharga bagi Mahasiswa?
Dengan mempelajari kasus semacam ini, mahasiswa melihat bahwa keberlanjutan bukan hanya urusan lingkungan. Ia berkelindan dengan strategi bisnis, teknologi, pembiayaan, tata kelola, dan dinamika sosial. Cara pandang lintas aspek tersebut melatih kemampuan berpikir sistemik yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi persoalan keberlanjutan yang semakin kompleks.
Wenny juga menggarisbawahi bahwa transformasi berkelanjutan tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri. Kolaborasi lintas bidang diperlukan untuk menjawab kompleksitas transisi energi, mempercepat inovasi, dan menghasilkan dampak yang bertahan lama.
Kaitan dengan SDGs dan Asta Cita
Kegiatan ini sejalan dengan semangat UPER Berdampak yang menghubungkan ilmu akademik dengan persoalan nyata di industri dan masyarakat. Ia mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Kegiatan ini juga relevan dengan Asta Cita ke-4 yang memprioritaskan penguatan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan.
Sekilas tentang Program Magisternya
Master of Science in Sustainability UPER dirancang untuk mencetak profesional dan calon pemimpin yang mampu menjawab tantangan keberlanjutan secara multidisiplin. Pilihan peminatannya ada dua, yaitu Green Technology dan Nature-Based Solutions. Pembelajarannya menggunakan sistem hybrid yang memadukan perspektif akademik, praktik industri, dan isu keberlanjutan terkini.
Mulai Langkahmu Sekarang
Jika kamu ingin ikut ambil peran dalam perjalanan menuju energi yang lebih bersih, saatnya menyiapkan diri di lingkungan belajar yang tepat. Daftar melalui Pendaftaran Universitas Pertamina.
